Memuat Halaman...
UPTD. Taman Seni dan Budaya Aceh
Festival Seni Budaya 2026 “Simfoni Karya Budaya” Hadirkan Harmoni Seni, Komunitas, dan Ekonomi Kreatif di Aceh

Festival Seni Budaya 2026 “Simfoni Karya Budaya” Hadirkan Harmoni Seni, Komunitas, dan Ekonomi Kreatif di Aceh

Gambar Artikel

BANDA ACEH – UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh kembali menghadirkan ruang apresiasi dan ekspresi melalui Festival Seni Budaya 2026 yang mengusung tema “Simfoni Karya Budaya”. Kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Juli 2026 ini digelar di kawasan UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh dengan melibatkan seniman, komunitas seni, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, serta masyarakat.

Festival ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2026 serta Pemerintah Aceh melalui APBA. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kegiatan seni budaya sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Aceh.

Mengusung tema “Simfoni Karya Budaya”, festival menghadirkan beragam bentuk ekspresi dan kreativitas seni dalam satu ruang. Sejumlah seniman dan komunitas turut memeriahkan kegiatan, di antaranya Oranghutan Squad, Bang Gaes & Friends, Meusajan Art, Bengkel Musik Batas, Rapai Bur’am, Sanggar Seni Lakuni, dan Storm On the Stage (SOS).

Keberagaman pengisi acara menjadi gambaran bahwa ekosistem seni Aceh terus bergerak dan berkembang. Berbagai latar belakang, gaya, serta bentuk ekspresi seni dipertemukan dalam sebuah festival yang memberikan ruang bagi seniman untuk menunjukkan karya sekaligus membangun jejaring dengan komunitas dan masyarakat.

Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Sekretaris Disbudpar Aceh, Sherly Marlina, menyampaikan bahwa Festival Seni Budaya merupakan salah satu program strategis UPTD Taman Seni dan Budaya yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga keberlangsungan seni budaya sekaligus mendorong kreativitas para seniman.

“Festival Seni Budaya merupakan wujud konsistensi Pemerintah Aceh dalam memberikan ruang bagi seniman untuk terus berkarya dan berkreasi. Melalui festival ini, kami ingin menghadirkan harmoni antara pelaku seni, masyarakat, dan UMKM sehingga seni budaya tidak hanya hidup sebagai warisan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi para pelakunya,” ujar Sherly.

Menurutnya, keberadaan UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh diharapkan terus berkembang sebagai rumah bersama bagi para seniman untuk berproses, berkolaborasi, dan melahirkan karya-karya kreatif yang dapat memperkuat ekosistem kesenian Aceh secara berkelanjutan.

Tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, festival juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati berbagai karya seni sekaligus berinteraksi dengan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif. Kehadiran UMKM dalam kegiatan turut memberikan warna tersendiri, dengan berbagai produk lokal yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Melalui Festival Seni Budaya 2026 “Simfoni Karya Budaya”, UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membuka ruang pertemuan antara seniman, komunitas, generasi muda, UMKM, dan masyarakat.

Perpaduan antara karya seni, kreativitas, apresiasi, dan aktivitas ekonomi kreatif menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem seni budaya yang lebih hidup. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh melalui berbagai kegiatan di Taman Seni dan Budaya Aceh.

“Simfoni Karya Budaya” pada akhirnya menjadi gambaran bahwa seni dan budaya dapat terus hidup melalui karya, kolaborasi, apresiasi, dan keterlibatan masyarakat. Dari ruang inilah diharapkan lahir lebih banyak karya kreatif serta generasi seniman yang mampu membawa seni budaya Aceh terus berkembang dan dikenal lebih luas.

Kembali ke Daftar Artikel